Virus Baru Mewabah di Aceh

Sampai saat ini judi masih dianggap sebagai virus yang merusak dalam masyarakat . mengingat negara kita yang sangat terikat dengan aturan-aturan agama yang menganggap judi adalah dosa.

Berbagai cara dilakukan pemerintah Indonesia untuk menghentikan penyebaran judi jenis apapun. Mulai dengan mengatur dlam undang-undang, samapi melakukan penggerebekan ke sarang-sarang perjudian.

Dulu ada game judi yang sangat terkenal dengan nama zynga poker, kini game judi baru dengan nama QiuQiu Poker online. Sebuah permainan gratis terpopuler di platform Android semenjak 2018.

Sampai saat ini permainan ini sudah didownload lebih dari 10 juta kali. Game ini sangat digemari semua kalangan mulai anak-anak sampai orang dewasa. Dan yang lebih parah lagi, game ini sangat merebak di Aceh proponsi yang dikenal dengan aturan agama yang sanagt ketat itu.

Aceh dan Virus Judi

Meskipun wabah ini sudah sangat merebak, namun terkesan Pemerintah Aceh dan  Dinas Kominfo bahkan MPU Kota Banda Aceh diam saja melihat fenomena judi ini.

“Fatwanya jelas sudah ada. Bertdasarkan fatwa permainan judi online ini terang-terangan dimainkan di ruang publik. Namun sayangnya bahkan para orang tua bersikap apatis. Mereka tidak sadar tiap hari anaknya main judi,” ujar Direktur Eksekutif Masyarakat Informasi & Teknologi (MIT) Aceh, Teuku Farhan

Dijelaskannya, game judi online ini ibarat sebuah virus yang dengan cepat populer di kalangan maasyarakat khususnya para pengguna HP Android. Dan seperti virupuns, game ini punya efek menular dan berdampak buruk bagi penggunanya. Mulai dari  finansial, dampak fisik, sampai psikis.

Dibanding game kekerasan dan perang-perangan, game poker QQasal Cina ini memang sangat mudah dimainkan. Hal ini menyebabkan pemain mudah sekali kecanduan. Dan tentu saja berakibat buruk bagi pemainnya. Efek mulai memburuknya kesehatan tubuh, menyebabkan gangguan jiwa bahkan sampai menyerang masalah akidah.

Bahkan, menurut Teuku Farhan, ada pemain yang sampai rela bermain game ini di kuburan cina dengan alasan cari hoki. Dalam game ini ada istilah “sedekah” yang akrab ditemukan dalam agama Islam. Mereka memanipulasi seolah-olah  game ini terkesan islami,” ungkap Teuku Farhan.

Sama seperti permainan judi di darat, ataupun online, ataupun seperti di kasino-kasino, uang yang digunakan untuk bermain game ini nyata. Disamping itu mudah sekali hilang dalam sekali sentuh kalau kit amengalami kekalahan.

Atau bisa juga sebaliknya, jika menang dan beruntung, maka kita akan mendapatkan untung besar dengan waktu singkat.

Mirisnya, bukannya melarang dan membatasi peyebarannya, banyak toko-toko pulsa dan warung kopi memfasilitasi jual beli chip game judi online QiuQiuini.

Berdasarkan kesaksian seorang mahasiswa yang menyenangi permainan judi ini. Awalnya dia mengaku tidak tertarik sama sekali untuk bermain game perang-perangan dan jenis lain di Android. Tapi begitu dia mencoba, ternyata bisa membuatnya ketagihan.

Kecanduan game judi ini diduga melebihi game perang-perangan dan kekerasan yang juga sudah difatwakan haram oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

Pelarangan Judi

Di Nepal, negara mayoritas beragama Hindu, permainan perang-perangan seperti PUBG sudah dilarang keras. Demikian dilakukan di Aceh. Game ini dan game lainnya seperti poker online qq ini sudah difatwakan haram oleh MPU Aceh.

“Tapi sayang sekali, sampai saat ini Dinas Kominfo Aceh tidak memblokir. Mereka membiarkan generasi emas rusak walau sudah ada fatwa haram di Aceh,. Pemerintah terkesan tak peduli dengan kehendak rakyat,” terangnya.

Pemerintah Aceh juga memiliki alasan sendiri mengenai hal ini. Menurut pemerintah, wewenang ini ada di  pihak pusat. Pemblokiran adalah wewenang pemerintah pusat.

Menurut Farhan, pembodohan publik seperti ini harus dihentikan. “Pemerintah Aceh punya otoritas, seharusnya mereka dapat meminta operator internet di wilayah Aceh untuk memblokir game judi online berbau kekerasan yang sudah difatwakan haram oleh MPU Aceh. karena ini sudah diputuskan ulama dan merupakan kehendak rakyat. Jika tidak bersedia, silahkan usir operator dari bumi Aceh karena tidak menghormati syariat di Aceh,” tegas Farhan.

Menurutnya, aplikasi game judi harus dan wajib diblokir sebagaimana situs-situs pornografi. semisal aplikasi NetFlix yang berhasil diblokir dan diminimalisir oleh pemerinta. Demikian juga  dengan aplikasi “Kitab Suci Aceh” yang berhasil diblokir beberapa waktu lalu.

Menurut Farhan, Kementerian Komunikasi dan Informatika  juga pernah resmi memblokir aplikasi Tik Tok. Artinya mereka juga bisa melakukan hal serupa untuk aplikasi ini.

Game online di mata ulama

Menurut Ulama Muda Aceh, Dr Tgk Amri Fatmi Anziz, Lc mengatakan bahwa pemerintah seharusnya tidak boleh membiarkan bala bagi generasi muda. Hal itu disampaikannya dalam Khutbahnya di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dengan judul khutbah  ‘Identitas Keislaman Aceh’. Secara terang-terangan beliau menekankan tentangbahaya game judi ini bagi generasi penerus.

Jangan biarkan identitas Islam muslim di Aceh hilang akibat ketidakpedulian pemerintah dan masyarakat. Menurutnya fenomena game judi onlinepoker QQ dan sejenisnya yang dipraktekkan terang-terangan tanpa merasa malu menjadi ancaman bagi generasi. “Lebih baik bagi anak-anak untuk menangis di kamar sebanyak yang mereka inginkan daripada

menangisi moral buruk anak-anak di masa depan. MPU Banda Aceh diharapkan bisa memulai pemberantasan judi online, ”pinta Ustadz Amri.

Sebelum terlambat, dia berharap pemerintah Aceh, khususnya Dinas Kominfo Aceh, harus bertindak tegas memblokir perjudian online yang meresahkan masyarakat.

“MPU Aceh telah mengembangkan perjudian online dan game kekerasan seperti PUBG, game online pkv dan sejenisnya haram. Manfaatkan kekhasan Aceh, adat istiadat dan Syariah untuk menjaga keberlangsungan agama di Aceh demi menyelamatkan generasi Aceh, ”pungkasnya.

Sementara itu, Ustaz Fathurrahman mengatakan bahwa judi dilarang keras dalam Islam karena implikasinya yang sangat luas.

“Risiko berjudi sangat besar dan memiliki banyak efek negatif. Bisa membuat seseorang malas, berfantasi panjang, egois, susah nasehat, muka kusut, kehilangan tanda-tanda taqwa, keserakahan, intelek menjadi salah, khatimah mati lemas jika tidak bertaubat, ada bahaya besar “, kata Fathurrahman, seorang ustad yang saat ini mengajar di sebuah pesantren di Malaysia.

Demikian sedikit paparan tentang perjudian yang sedang merebak di Aceh. Semoha manfaat bagi para pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *